Stasiun penelitian Sabangau di Laboratoreum Alam Hutan Gambut (LAHG)

Stasiun penelitian Sabangau di Laboratoreum Alam Hutan Gambut (LAHG) adalah situs penelitian dan kamp utama untuk OuTrop dan CIMTROP.  Kamp kami berada tepat di pinggir hutan, dikelilingi oleh rimba dan dapat diakses dari Sungai Sabangau dengan jalan rel sepanjang satu kilometer: sisa-sisa terakhir dari jalan rel perusahan penebangan kayu yang beroperasi di sini sebelumnya. Kamp kami berada sekitar 20 km sebelah baratdaya dari Palangka Raya, dimana berada kantor OuTrop dan mitra Indonesia kami, CIMTROP. Kamp Sabangau dikelola oleh CIMTROP dan dilindungi untuk kepentingan ilmiah.

Kamp dibangun disekitar area pertemuan di tengah, dengan tiga bangunan akomodasi, sebuah dapur dan ruang makan, kantor, laboratorium, area mencuci, toilet dan kamar mandi, dan lapangan badminton – hanya dapat digunakan pada musim kering! Listrik berasal dari generator mesin solar, dan kamp secara teratur dipasok dari desa setempat Kereng Bangkirai.

Untuk berkunjung LAHG, naik pesawat ke Palangka Raya, kemudian naik angkutan kota ke Kereng Bangkirai dan klotok sampai pelabuhan dan ujung jalan rel di LAHG. Dari sini naik lori untuk berjalan sisa 1,5 km ke Kamp. Antara sungai dan hutan adalah daerah rumput dan alang rawa yang besar. Pada musim hujan ada banjir si sini sampai kedalaman 6 m, dan kami bisa naik klotok langsung ke pinggir hutan kamp. Jalan rel antara kamp dan sungai adalah tersisa dari perusahaan penebangan yang dulu, karena mereka menggunakannya untuk membawa kayu dari hutan ke sungai. Jalan rel ini sudah perlu diganti berkali-kali dan kami berterima kasih kepada Pemerintah Finlandia, ditambah CIMTROP dan sponsor kami untuk pendanaan ini.

Dari kamp, pilih dari empat jalan untuk masuk ke hutan dan ke dalam Laboratorium Alam Hutan Gambut. LAHG ini adalah bagian dari Hutan Sabangau yang sangat luas dan memiliki daerah hutan sebesar 50.000 ha. LAHG merupakan fasilitas penelitian ilmiah dan pengamatan, dengan tujuan utama untuk mempromosikan konservasi Hutan Sabangau dan keanekaragaman hayati dan stok karbonnya yang penting secara global. LAHG ditunjuk secara resmi oleh Keputusan Mentri Kehutanan, tanggal 2 Februari 1999, Nomor 191/Menhutbun-VII/1999. Dari penunjukkan ini seluruhnya kontrol pengelolaan untuk daerah LAHG adalah dengan Kementrian Riset dan Teknologi (BPPT), dan manajeman sehari-harinya adalah tanggung jawab CIMTROP-UNPAR yang di kepalai oleh Dr Suwido Limin.

Selama perusahan kayu masih aktif, panjangnya jalan rel di lokasi LAHG adalah 25 km menuju jantung Hutan Sabangau. Jalan rel ini sudah lama tidak digunakan lagi dan bahan-bahan utama rel telah diambil, tetapi jalur melalui hutan masih tetap ada. Hutan terus coba beregenerasi pada jalur-jalur rel ini, tetapi kami secara teratur membersihkan pertumbuhan kembali pandan, agar mempermudahkan kami mengakses jalan menuju ke kilometer 12 ke hutan tegakan tinggi, yang merupakan hutan paling produktif dan beragam dari hutan di LAHG. Rute menuju hutan tegakan tinggi melalui hutan tegakan rendah. Di hutan tegakan rendah ini, ada kamp kecil, yang kami kunjungi setiap dua tahun untuk survei daerah-daerah terpencil. Meskipun hutan tegakan rendah sangat padat, panas, basah dan keanekaragaman hayatinya kurang (kecuali nyamuk!), penelitian kami di sini sangat penting dalam untuk memahami ekologi hutan, dan menentukan bagaimana illegal logging dapat mempengaruhi populasi orangutan dan keanekaragaman hayati di daerah tersebut. Kami juga telah membangun kamp kecil/pondok di empat lokasi terpencil di sekitar LAHG untuk penelitian ekologi dan perangkap kamera.

Kesuksesan LAHG untuk melindungi hutan tropis dan mempromosikan kolaborasi antar peneliti, ekologis dan konservasionis, adalah sebuah contoh bagus dari bagaimana memanajemen proyek konservasi secara lokal, menerapkan solusi lokal untuk masalah lokal, dapat sukses. Di dalam LAHG, kami dapat memotong dan menandai system jalur dengan jarak 2,5 x 2,5 km, dengan jalur-jalur setiap 250 m menuju utara-selatan dan timur-barat. Di dalam sistem grid ini, kami mempunyai banyak plot pohon permanen yang dibuat untuk teliti regenerasi habitat dan produktivitas hutan jangka panjang. Tapi bukan hanya OuTrop yang menggunakan LAHG: selain dari pengilmu CIMTROP juga ada peneliti dari Universitas Palangka Raya dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Leicester Inggris), Universitas Hokkaido, Kyoto dan Tokyo (Jepang), Universitas Helsinki (Finlandia), Universitas Munich (Jerman) dan beberapa institusi dari Belanda yang melakukan penelitian tentang banyak aspek yang berbeda pada ekologi gambut, termasuk klimatologi, hidrologi, teknik restorasi, respirasi gambut, siklus gambut, siklus nutrien dan penginderaan jarak jauh (remote sensing). Meskipun banyak kelompok yang berbeda bekerja di sini, kami memiliki penyebab yang sama untuk memhami dan melindungi Hutan Sabangau, dan untuk bekerja bersama melalui CIMTROP dan jaringan kolaboratif internasional lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.