Workshops “DATA SCIENCE MEET FOREST SCIENCE: A PRACTICAL APPROACH”

Keberadaan lahan gambut dunia semakin dirasakan peran pentingnya terutama dalam menyimpan lebih dari 30% karbon terrestrial, memainkan peran penting dalam siklus hidrologi, serta memelihara keanekaragaman hayati.

Luas lahan gambut dunia yang berkisar 38 juta ha terdapat lebih 50% berada di Indonesia.

Sementara, bahwa luas lahan gambut di Kalimantan Tengah mencapai 3.01 juta ha atau 52.2% dari seluruh luasan gambut di Kalimantan, merupakan daya tarik tersendiri bagi peneliti Gambut dunia untuk datang ke Kalimantan Tengah.

Mengingat pentingnya lahan gambut  di Kalimantan Tengah secara ekonomis maupun secara ekologis, maka dalam pengelolaan dan pemanfaatannya, salah satu perguruan tinggi di Australia yakni Monash University menggandeng UPT Laboratorium Lahan Gambut (LLG) Cimtrop Universitas Palangka Raya (UPR) dalam rangka penelitian mengenai permasalahan gambut di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Grace Rumantir ilmuan dari Monash University menjelaskan, kegiatan yang mereka gelar bersama UPT LLG Cimtrop UPR untuk lebih mengenal sifat-sifat lahan gambut terutama dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut yang menjadi masalah selama ini.

Grace juga menyebutkan saat ini pihaknya masih kekurangan data mengenai lahan gambut terutama di provinsi Kalteng mulai dari faktor-faktor penyebab kebakaran hutan, sifat lahan sendiri hingga prilaku orang sekitar lahan.

“Oleh karena itu, kami harap dengan dukungan dari  UPT LLG Cimtrop UPR data-data Science yang kami perlukan dapat terkumpul dan nantinya dapat bermamfaat dalam mencegah kebakaran hutan lahan gambut di Indonesia umumnya,” katanya.

Grace juga mengungkapkan dari hasil pengumpulan data yang dilakukan pihaknya dan UPT LLG Cimtrop UPR akan dibuat sebuah model yang secara otomatis dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang sifat – sifat lahan gambut dan akibat kebakaran lahan gambut.

“Jadi kalau otometic konsul model ini selesai atas bantuan para narasumber dan pakar-pakar lahan gambut. Otometic konsul model berbentuk software sehingga mudah di akses dan tentunya akan berguna bagi daerah-daerah,” ungkapnya.

Langkah awal dari kerjasama tersebut, pihak Monash University dan UPT LLG Cimtrop UPR menggelar Worshop Data Science Forest Fire Science Practical Facts Finding Activities. Kegiatan itu didukung penuh oleh Australia Indonesia Institute dan Australian Goverment.

“Universitas Palangka Raya menugaskan kita untuk mendukung dan memfasilitasi pihak Monash University. Intinya kita membuka tangan untuk kerjasama seperti ini, untuk sama-sama mengelola lahan gambut serta mencegah bencana yang diakibatkan lahan tersebut,” ucap Sekretaris  UPT LLG Cimtrop UPR, Drs Tampung N Saman M.Lib.

UPT LLG Cimtrop UPR mengharapkan dalam kerjasama ini mendapatkan sebuah teknologi dalam mencegah kebakaran lahan gambut di Kalteng sehingga bencana kebakaran lahan gambut yang selama ini menghantui Kalteng dapat teratasi dengan baik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.