Restorasi Hidrology di Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Sabangau dengan melibatkan Masyarakat Lokal

Aktivitas penebangan liar/illegal logging di areal Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) sangat giat dilakukan antara tahun 2004 – 2005. Kondisi alam yang sangat sulit, mendorong penebang liar membuat kanal-kanal kecil sebagai sarana transportasi dan sarana untuk mengeluarkan kayu dari lokasi tersebut.  

Gencarnya Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah dan TIM PATROLI Sabangau menertibkan kegiatan tersebut, sehingga mulai tahun 2007 aktivitas illegal logging mulai berkurang.  Kanal-kanal yang ditinggalkan mulai menunjukan dampak, yaitu menurunya permukaan air tanah di areal LAHG, hutan menjadi sangat kering pada musim kemarau. Tahun 2006 dan 2015 lokasi ini terbakar, akibat kemarau yang berkepanjangan, air tanah sangat jauh dari permukaan dan tanah menjadi kering sehingga mudah untuk terbakar.

CIMTROP dan BNF berusaha/mencari solusi untuk memulihkan areal ini dengan cara menutup kanal-kanal tersebut dengan membuat DAM agar air dari hutan  tidak terlalu cepat keluar menuju sungai, disamping itu juga dibuat pagar besi untuk mengamankan DAM dari pengrusakan oleh masyarakat yang melakukan kegiatan illegal di kawasan LAHG.