IMPLEMENTASI IPTEK DAN INOVASI UNTUK PERLUASAN RESTORASI GAMBUT SERTA UPAYA TEROBOSAN DALAM MEMPERTAHANKAN KALIMANTAN TENGAH BERSIH BENCANA KABUT ASAP TAHUN 2019

Universitas Palangkaraya-Badan Restorasi Gambut, Republik Indonesia

Propinsi Kalimantan Tengah, sebagai salah satu propinsi prioritas restorasi gambut mempunyai lahan gambut sangat luas, yaitu 2,6 juta ha, telah dimanfaatkan dan dikelola untuk berbagai kepentingan, baik sektor perkebunan dan pertanian. Adapun target restorasi gambut di propinsi ini, terluas kedua dibandingkan propinsi-propinsi prioritas lainnya di Indonesia, yaitu mencapai 713.076 Ha.
Badan Restorasi Gambut Rapublik Indonesia (BRG RI) memiliki tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasi gambut pada tujuh provinsi prioritas diantaranya Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua. Dalam 3 tahun perjalanannya, BRG RI telah melakukan berbagai kegiatan restorasi melalui pendekatan 3R terintegrasi meliputi antara lain pelaksanaan Rewetting/pembasahan, Revegetasi/penanaman, Revitalisasi/peningkatan mata pencaharian masyarakat. Seluruh kegiatan BRG RI Bersama para pihak ditujukan untuk pemulihan kondisi hidrologis ekosistem gambut pada satu kesatuannya (Kesatuan Hidrologis Gambut/KHG).
Hasil perkiraan pada tahun 2019 musim kemarau akan lebih panjang dibandingkan tahun 2018. Mengantisipasi hal ini, dimana kawasan gambut menjadi rawan terjadinya kebakaran, maka perlu langkah-langkah antisipatif dari berbagai pihak kemudian aktif dan responsif melakukan pengendalian terhadap kebakaran tersebut. Tidak hanya pemerintah daerah, masyarakat sebagai bagian terdepan juga tidak absen dalam melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran.
Selama tiga tahun terakhir, masyarakat Propinsi Kalimantan Tengah, dan beberapa propinsi bergambut di Indonesia, dapat menikmati udara bersih, tanpa adanya bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut. Capaian ini, perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Namun demikian, ancaman bencana kabut asap yang disebabkan oleh banyak faktor perlu selalu dipahami secara menyeluruh, agar tercapai solusi permanen dari permasalahan ini. Restorasi gambut, koreksi dan perbaikan praktek-praktek pemanfaatan lahan gambut, regulasi dan penegakan hukum, adalah terobosan yang perlu didukung dengan Iptek dan Inovasi melalui pendekatan interdisipliner.

A. Tujuan

  1. Mendiskusikan pengarusutamaan pendekatan interdispliner melalui pendayagunaan capaian IPTEK dan Inovasi terkait perluasan restorasi gambut dan upaya terobosan bagi solusi permanen untuk mempertahankan Kalimantan Tengah bebas bencana kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan gambut.
  2. Mendiskusikan model peran dan aksi nyata dari berbagai entitas interdisipliner untuk bersinergi dalam restorasi gambut dan pencapaian Kalimantan Tengah bebas bencana kabut asap di tahun 2019.