Sejarah pendirian LAHG UPR

  sejarah

  1. Pada tahun 1992, Ir Bambang Setiadi, MS (BPP Teknologi) dan Dr. Jack Rieley (Nottingham Univ.-Inggris) berkunjung ke Palangka Raya untuk menjajaki kerjasama penelitian gambut di Kalimantan  Tengah.
  2. Untuk memulai kerjasama penelitian, Direktorat Inventarisasi Alam –  Deputi Bidang PKS (Ir. Irwan Soehardi) mengirim surat kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Surat Nomor: 28/Dir.TISDA/PKA/BPPT/I/93 tanggal 29 Januari 1993, perihal : Rencana Penelitian Gambut. Dalam surat tersebut ditetapkan dua tujuan penting selain penelitiantentang Ekologi dan Nilai Ekonomi Hutan Rawa Gambut, yaitu :
    • Mendirikan Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) di DAS Sabangau Kalimantan Tengah.
    • Melaksanakan Simposium Gambut Dunia Tahun 1995.
  3. Rektor Universitas Palangka Raya (Prof. Dr. Ir. Amris Makmur, MSc) menugaskan Ir Suwido H. Limin, MS (Alm) untuk mengkomunikasikan rencana kerjasama penelitian gambut dengan Dr. Jack Rieley dan Ir. Bambang Setiadi, MS.

sejarah24. Pada acara Seminar Nasional Gambut II 14-15 Januari 1993 di Jakarta,  Suwido H. Limin dan Jack Rieley bertemu dan menyepakati: (1) penelitian dimulai bulan Juli 1993 dengan tim dari Inggris berjumlah 30 orang, dan (2) kerjasama penelitian diberi nama Kalimantan Peat Swamp Forest Research Project (KPSFRP).

5. Atas permintaan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah melalui Ketua BAPPEDA Kalteng, Rektor Universitas Palangka Raya (Surat Nomor : 534/PT.31.H/C/1993 tanggal 13 Maret 1993) menunjuk Dr. Ir. Suwido H. Limin, MS (Alm) sebagai Penanggung Jawab dan sekaligus Koordinator Lokal kerjasama penelitian antara PEMDA KALTENG, Universitas Palangka Raya (UNPAR), BPPT-Jakarta dan Universitas Nottingham-Inggris.  Penanggung Jawab Kerjasama Penelitian Gambut tersebut disampaikan kepada Deputi Bidang Analisis BPPT oleh BAPPEDA Kalteng (Surat Nomor : 074/342/I/BAPP tanggal 20 Maret 1993).

6. Lokasi LAHG 50.000 ha yang pada awalnya dipilih di daerah selatan DAS Sabangau, yaitu di sungai Bangah (anak sungai Sabangau), pada akhir tahun 1994 dipindahkan ke utara DAS Sabangau, yaitu di areal HPH PT. Setia Alam Jaya.

7. Simposium Gambut Internasional dilaksanakan pada tanggal 4-8 September 1995 di Palangka Raya Kalimantan Tengah dan dihadiri oleh perwakilan ilmuwan dari 17 negara termasuk Indonesia. Salah satu dari 5 (lima) kesimpulan penting simposium tersebut adalah pembangunan LAHG di Sabangau Kalimantan Tengah.

sejarah38. Usulan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah kepada Menteri         Kehutanan RI tentang lokasi LAHG berdasarkan usulan pihak         Universitas Palangka Raya (UNPAR) :

  1. Gubernur Kalimantan Tengah No.: 072/4375/I/Bapp tanggal 14 Juli 1995 perihal : Izin lokasi pembangunan LAHG; Mengacu pada Surat Rektor Universitas Palangka Raya :(1) No.: 646/PT31.II/C/95 tanggal 15 Maret 1995, dan(2) No.: 1404/PT.31.II/C/1995 tanggal 22 Juni 1995;
  2. Gubernur Kalimantan Tengah No.: 072/463/I/Bapp  tanggal 17  Juli 1998;
  3. KAKANWIL Propinsi Kalimantan Tengah Departemen Kehutanan dan Perkebunan No.: 3690/Kwl-6/1998 tanggal 18  Nopember 1998, perihal : Lokasi Laboratorium Alam Hutan  Gambut.

sejarah4 9. Persetujuan dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap LAHG :

  1. Diperoleh persetujuan pencadangan areal untuk lokasi LAHG  dari Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI (Surat Nomor :  191/Menhutbun-VII/1999 tanggal 26 Pebruari 1999).  Lokasi LAHG dialokasikan di dua tempat, yaitu :
    1. (1)  Blok I seluas 35.000 ha diantara sungai Sabangau dan  sungai Katingan (areal HPH PT. Setia Alam Jaya).
    2. (2)  Blok II seluas 25.000 ha diantara sungai Sabangau dan  sungai Kahayan (di sekitar desa Tumbang Nusa).
  2. Lokasi LAHG telah diresmikan dengan penandatanganan prasasti di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan  Tengah oleh MENEGRISTEK RI – Kepala BPPT (Prof.Dr. Ir.  ZUHAL, MSc., EE) pada tanggal 9 Juli 1999 di Palangka Raya. MENEGRISTEK berkesempatan berkunjung ke LAHG didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Ir. E.  Gerson).

 

10. Proses oleh PEMDA Kalteng setelah LAHG memperoleh persetujuan MENHUTBUN dan diresmikan MENEGRISTEK RI :

  1. Ketua BAPPEDA Propinsi Dati I Kalimantan  Tengah melalui surat Nomor : 050/1115/I/Bapp tanggal 21 Juli 1999, agar pihak Universitas Palangka Raya mengeluarkan wilayah pemukiman, dan lain-lain dari lokasi LAHG, sebagaimana yang tercantum dalam peta lampiran surat Kepala Badan Planologi Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 237/A/VII-4/1999 tanggal 12 April 1999, yang mencakup kawasan pemukiman desa kereng Bangkirai, areal Kampus UNKRIP dan lokasi Wisata Sabaru.
  2. Pihak UNPAR telah melakukan penyempurnaan dan mengusulkan kepada BAPPEDA Propinsi Kalimantan  Tengah, bahwa lokasi LAHG kembali dipusatkan diantara sungai Sabangau dan sungai Katingan seluas 50.000 ha.                      Dengan demikian, lokasi LAHG tidak terdapat di dua  lokasi sebagaimana diperincikan dalam surat Menhutbun RI Nomor : 191/Menhutbun-VI I/1999 tanggal 26 Pebruari 1999.
  3. Lokasi LAHG telah disetujui dan dicantumkan dalam peta  RTRWP Kalimantan Tengah (PERDA No. 8 Tahun  2003).
  4. Karena ada penyempurnaan RTRWP Kalimantan Tengah  (PERDA Nomor : 8 Tahun 2003), atas usul CIMTROP            Universitas Palangka Raya, DPRD Propinsi Kalimantan Tengah tetap memetakan dan menetapkan LAHG seluas            50.000 ha dengan status terpisah dari Taman Nasional   Sebangau.

sejarah5